Inovasi Pesona Subuh BISA
Kota Bima-SDN 5 Ratu Cerdas Berkarya. Pembangunan sumber
daya manusia yang unggul merupakan salah satu prioritas nasional sebagaimana
diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, yang menegaskan bahwa pendidikan bertujuan mengembangkan potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi
warga negara yang bertanggung jawab. Sejalan dengan itu, Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah menggulirkan Program 7
Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, salah satunya membiasakan peserta didik bangun pagi dan beribadah sebagai
fondasi pembentukan karakter.
Di tingkat daerah,
Pemerintah Kota Bima juga menetapkan Program BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Asri) sebagai gerakan membangun
budaya hidup bersih, sehat, disiplin, dan peduli terhadap lingkungan. Kedua
program tersebut memiliki tujuan yang saling melengkapi, yaitu membentuk
generasi yang berkarakter, religius, sehat, disiplin, dan memiliki kepedulian
sosial.
Namun demikian,
secara makro masih dijumpai tantangan berupa menurunnya kualitas karakter
peserta didik akibat pengaruh perkembangan teknologi, rendahnya budaya
disiplin, kurangnya pembiasaan ibadah sejak dini, serta rendahnya kepedulian
terhadap kebersihan lingkungan. Pada tataran mikro, kondisi tersebut juga
terlihat pada sebagian peserta didik SDN 5 Rabangodu Utara Kota Bima, yang
menunjukkan belum optimalnya kebiasaan melaksanakan salat Subuh berjamaah, disiplin
bangun pagi, serta menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah maupun
rumah.
Berdasarkan kondisi
tersebut, SDN 5 Rabangodu Utara mengembangkan inovasi PESHONA SUBUH BISA (Pembinaan Sholat Anak Waktu Subuh Berbasis Bersih,
Indah, Sehat, dan Asri) sebagai model pembinaan karakter yang memadukan
dua program strategis dalam satu sistem pembiasaan yang terintegrasi. Inovasi
ini menjadi bentuk pembaruan (novelty) karena tidak hanya berfokus pada
pembinaan ibadah peserta didik, tetapi juga menghubungkannya secara langsung
dengan pembentukan budaya hidup bersih, sehat, disiplin, dan peduli lingkungan
melalui keterlibatan aktif sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah.
Metode pembaruan
dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan program, sosialisasi
kepada orang tua dan masyarakat, pelaksanaan pembiasaan salat Subuh, pembiasaan
perilaku BISA di sekolah dan rumah, monitoring melalui dokumentasi dan
komunikasi dengan orang tua, evaluasi berkala, serta pemberian apresiasi kepada
peserta didik yang konsisten melaksanakan program. Pendekatan ini menjadikan
pembinaan karakter berlangsung secara berkesinambungan, terukur, efektif, dan
efisien karena memanfaatkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan tanpa
memerlukan biaya operasional yang besar. Admin